waktu itu,,,temenQ yg namanya dian mengajukan pertanyaan menggelitik kira2 gini:
"bagaimana menurut anda tentang pernyataan 'be your self'? sedangkan kita disuruh untuk meneladani Rasulullah..."
aQ lupa jawaban temen2 panelis waktu itu.tp yg jelas,aQ ngerasa yg mereka sampaikan belum benar2 menjawab pertanyaan perempuan kritis itu...
tapi untuk membantu menjawab,aQ juga tak punya ilmu yg cukup untuk membahasnya.
untuk sekian lamanya,,,
pertanyaan itu sempat terlupakan olehQ...
sampai akhirnya,,,
ketika aQ udah duduk di semester 8,tiba2 aja terlintas lg pertanyaan itu.
tp kali ini,,,
alhamdulillah udah satu paket sama jawabannya...
ceritanya gini :
waktu itu si kakak maksa aQ nemenin dia nonton...
dia sih udah nunggu di lippo karawaci bareng temennya.
jadi lah aQ berangkat sendiri dari rumah.
sepanjang perjalanan,,,aQ ngelamun karena g ada temen ngobrol...
mikir tentang orang2 yg selalu pengen kelihatan sempurna di mata orang lain, dan aQ termasuk ke dalam golongan orang2 itu.
emang sih,g salah untuk menunjukkan apa yg baik2 dari diri kita...
tp kn g bener juga kalo kita terus2n nyembunyiin kekurangan kita dengan sikap yg berlebihan,seolah kita nggak menyukuri apa yg udah ALLAH kasih buat kita.
bukankah u/ hal ini umum dan islam punya pernyataan yg sama :
"tak ada manusia yg sempurna"
terus,,,
tiba2 aQ keinget pertanyaan temenQ itu.
dan langsung kepikiran analisa jawabannya.
kadang,,,
manusia susah untuk nerima kalo dia punya kekurangan entah dalam hal pribadinya atau pun fisiknya. terus kita jd bersikap sangat2 berlebihan untuk nutupin kekurangan kita itu biar bisa diterima dalam pergaulan sosial. ini kan namanya g percaya diri. nah,,,untuk hal ini lah berlaku statement :
"Be Your Self".
sedangkan "Meneladani Rasulullah" berlaku untuk setiap tindak tanduk kita. setiap perilaku kita, cara bergaul kita, ibadah kita, terutama kecintaan kita terhadap sesama dan Sang Pencipta.
semuanya harus kita kembalikan ke perilaku Rasulullah.
kesimpulannya :
"Be Your Self" berlaku untuk kepercayaan diri kita agar kita sendiri bisa menerima diri kita apa adanya sebelum meminta pergaulan sosial menerima kita.
"Meneladani Rasulullah" berlaku untuk setiap tindak tanduk dan keimanan kita...
wallahu a'lam...

0 komentar:
Posting Komentar